overthinking.

Standard

 

Entah gimana, gue selalu yakin kita ketemu, kenal, berteman, bahkan punya hubungan dengan seseorang, itu pasti ada alasannya.
There will always be a reason. Because I believe, every particular thing happened in our lives, there must be a reason behind it.

Gue ketemu, kenalan, temenan, bahkan pacaran sama seseorang, gue yakin ada suatu hal yang harus gue tau, gue pelajari, untuk membuat diri gue lebih baik. Yah, mungkin ga bisa dibilang lebih baik juga sih, tapi paling ga, gue HARUSNYA semakin bisa tahu mana jalan yang baik dan yang nggak buat hidup gue. Gue harusnya bisa semakin matang untuk bisa memilih keputusan hidup. Bukan tentang
mau jadi apa gue nanti, tapi mau jadi pribadi yang bagaimana gue nanti.

Sifat dan sikap orang itu beragam. Gaya hidupnya juga beragam. Kalau kita berhubungan dengan seseorang, cara adaptasi kita itu yang menentukan seberapa piawai kita untuk saling mengerti dan memahami orang lain. Yah tapi kadang definisi ‘saling mengerti’ aja berbeda antara satu orang dengan yang lainnya. Jadi kadang emang sulit membina hubungan yang harmonis dengan seseorang. Tapi, itu bukan berarti ga mungkin. Hanya butuh usaha yang lebih dan kesabaran yang paling penting. Sayangnya, ga semua
orang punya itu.

Perubahan. Sebagian orang mungkin seperti ga punya pendirian. Gampang banget berubah sikapnya hanya karena kebawa arus dari kanan-kirinya. Bergantung sama siapa dia dekat pada saat itu. Kalo dia lagi deket sama orang yang baik-baik, ya dia juga jadi baik. Tapi, kalo dia lagi deket sama yang sesat, ya siap-siaplah tersesat, tapi bukan berarti ga bisa balik lagi ke jalan yang baik. Sebagian dari orang-orang ini bisa aja sadar atau ga sadar kalo mereka selalu kebawa arus.
Sebagian orang lagi, ga suka perubahan. Mereka akan cepat dibuat kesal jika ada orang lain yang mungkin secara halus mencoba ‘merubah’ mereka. Ya, karena mereka hanya udah nyaman dengan pribadi mereka yang sekarang, bisa aja emang udah baik atau nggak. Gue sendiri bahkan ga bisa nilai gue itu masuk kategori yang mana.

Entah apa yang ada diotak gue dan gue bisa nulis tulisan ga jelas kaya gini. Mungkin terlalu susah untuk diungkapin apa yang gue rasain dan pikirin. Jadinya malah ngalor-ngidul ga jelas gini. Yang sekarang gue belom paham cuma…. apa maksud dari semua kejadian belakangan yang gue alami ini? There must be a reason. There must be an answer. Apa ini cuma SEDIKIT pelajaran untuk hidup gue kedepannya? Atau ternyata kali ini emang buat SELAMANYA??

stopoverthinkingeverything-6

Stase Ilmu Kesehatan Masyarakat (Public Health)

Standard

Oke, lanjut dari stase Jiwa bulan April lalu, gue baru saja menyelesaikan stase gue yang kedua yaitu Ilmu Kesehatan Masyarakat. Stase ini adalah stase yang paling beda dari stase-stase yang lain. Capek hati, capek pikiran, bangkrut pulak, semua udah gue lalui dalam 2 bulan menjalani stase ini. 

Jadi apa aja yang gue pelajari di stase ini?

Pertama, gue dan teman-teman gue diminta untuk membuat satu kelompok untuk tugas jaga di salah satu Puskesmas di Jakarta Timur. Kebetulan, gue dapet Puskemas Ciracas yang notabene emang deket banget rumah gue😀 Sebulan kami disana, jaga puskesmas bergilir, di bagian Ibu dan Anak, Infeksi Menular Seksual, Poli TBC, Balai Pengobatan, dll. 

Kedua, kelompok gue yang tadi itu, juga harus membuat satu penelitian yang sample nya diambil di Puskesmas Ciracas tempat kita bertugas. Dan setelah diskusi dan perdebatan sengit dalam kelompok (hayahh..), jadilah kita memutuskan judul penelitian kita yaitu “Karakteristik, Pengetahuan, Sikap, dan Praktek Penderita Diare Usia 1-12 Tahun di Puskemas Ciracas Tahun 2012.” Dan ya, akhirnya penelitian kami pun jadi dan udah di ACC. Alhamdulillah😀

Nah yang ketiga, yang paling seru nih… Puncak dari stase ini adalah PKM atau Pelayanan Kesehatan Masyarakat. Disini, kami diharuskan untuk membuat serangkaian kegiatan dalam rangka bakti sosial atau pelayanan terhadap masyarakat. Semua ide acara, materi, dana, tempat, semua dari buah pemikiran dan kantong kami -___-” Konsep acaranya adalah memberikan Ceramah Ilmiah Populer (CIP) di semua lapisan masyarakat (SD, SMP, SMA, Lapas, Angkatan, Gereja, dan Masjid) dengan puncak acara berupa Pengobatan Gratis di salah satu desa di Bogor, yaitu Desa Pabuaran, Bogor. Namun, bukan hanya CIP saja yang kami hadirkan untuk semua lapisan masyarakat diatas, kami juga menampilkan hiburan-hiburan di acara pembukaan acara PKM ini. Kami sebagai penyuluh dan juga dokter-dokter muda yang bisa menghibur pasien-pasiennya🙂 Alhamdulillah, walapun ada kendala-kendala disana-sini, kami semua berhasil membuat acara PKM yang diadakan 3 hari ini berjalan dengan baik dan lancar😀

Yuk coba liat beberapa foto-foto yang gue tangkap… Ga lengkap sih, masih banyak yang lain, tapi belom ada data nya di gue -_-

ImageUpacara Pembukaan yang dihadiri oleh dokter pembimbing, anggota DPRD Bogor, perwakilan dari Polres Bogor dan Kepala Desa.

 

ImageAntusiasme warga Desa Pabuaran Bogor dalam menghadiri Acara Pembukaan PKM FK UKI.

 

ImageTim Penari PAPUA beraksi!! (gue paling kiri :P)

 

ImageBukan hanya tari PAPUA, tapi ada tari PIRING juga😀 (gue kanan)

 

Nah gimana? Seru ya kayanya? hehee.. Mungkin kalo semua fotonya udah ada di gue, gue share deh disini.. 

Oke saatnya terbang ke Semarang… Stase Forensik, here I come!! Tunggu cerita yang menarik dan seru di stase Forensik😀

Cus!

Stase Jiwa (part 2)

Standard

Stressor. Penyebab. Pencetus orang itu jadi salah satu pasien di RSJ itu macem-macem. Stressor satu orang itu pasti ga selalu sama kaya yang lainnya. Apa yang menurut kita hal simple dan ga mungkin bikin kita jadi ‘gila’, ternyata belum tentu orang lain juga mikir kaya gitu.

Sebagian besar pasien yang datang ke IGD RSJ disini, pasti beda-beda stressor nya. Kebanyakan emang karena masalah ekonomi dan pekerjaan. Tapi kisahnya ya beda-beda. Ada yang dianiaya majikannya, ada yang stres karena dia ga bisa bayar kosan, ada yang mengalami gangguan jiwa setelah dia ikut suatu ritual keagamaan, dan lain-lain.

Usia pasien yang datang ke IGD itu rata-rata masih produktif. Sekitar 20-28 tahun. Malah pernah ada anak SMP udah stres karena mau UAN. Ya Allah.. Ga bisa apa-apa lagi gue selain bersyukur gue masih diberi kesehatan jiwa dan jasmani.

Dasarnya ilmu jiwa itu adalah komunikasi. Gimana cara kita nanyain apa teori yang harus ditanya ke pasien tentang keluhan-keluhannya, lalu diintegrasikan jadi satu dan lahirlah sebuah kesimpulan tentang gejalanya dan akhirnya kita bisa buat diagnosisnya. Ga semudah ngelakuin wawancara kayak di cabang ilmu kedokteran lainnya yang sebatas keluhan fisik. Karena disini kita harus terampil untuk bisa jawab dan merespon semua tindakan pasien yang pola pikirnya uda ga realistis lagi.

Hmm. Oke. Lanjut kapan-kapan lagi ya. Mau jaga malem di IGD. Semoga gue menemukan pelajaran baru malam ini. Adios!🙂

Stase Jiwa (part 1)

Standard

Makjaaangg… Udah lama banget ya gue ga update ni blog. Entah belom punya feel aja buat update. Tapi sekarang udah!😀

Alhamdulillah gue udah koas sekarang. Gue berhasil menyelesaikan Sarjana Kedokteran gue dan berlanjut ke co-assistant alias koas alias Dokter Muda. Setelah Angkat Janji Dokter Muda, gue udah resmi jadi Melati Pratiwi, S.Ked😀 Alhamdulillah😀

Sekarang gue mau cerita tentang stase pertama gue menjadi koas. Jeng..jengg…jeeeengg… Dan gue dapet stase pertama : Psikiatri alias Jiwa. DEG. Gue yang notabene agak takut sama apa yang orang awam sebut sebagai “orang gila” dan sekarang gue mesti berani nyamperin, wawancarain, dan nenangin mereka. DANG!

Sampailah gue dan 8 temen gue di Rumah Sakit Jiwa Daerah Dr. Amino Gondohutomo di daerah Pedurungan, Semarang. Yak, stase Jiwa ini gue langsung ditempatin di luar kota, jadi anak rantau selama sebulan. Gue ga pernah masuk RSJ sebelumnya, gatau mesti ngapain disana, ga kenal dokter-dokter disana, dan yang paling gue pikirkan adalah….gimana caranya gue meriksain pasien disana? :O

Time goes by cuy… Gue udah memasuki minggu ke-2 disini. Gue udah banyak kenal sama pasien-pasiennya. Gue follow-up mereka tiap jam 7 pagi di bangsal mereka masing-masing. Gue samperin mereka, gue tanya-tanya mereka, dan harus menyimpulkan apakah gejala-gejala mereka masih ada. Apa yang gue dapat dari wawancara itu harus gue isi di Rekam Medik punya masing-masing pasien disana untuk di cek sama dokter spesialis Kejiwaannya nanti pas dokter-dokter itu dateng.

Percaya atau ga, gue agaknya menikmati rutinitas ini. Gue belajar gimana caranya memahami orang bahkan orang yang mengalami gangguan jiwa. Belum lagi kalo denger kisahnya mereka sampai mereka bisa ada di RSJ itu dari keluarganya, yeah well, pasien-pasien disana sebagian besar emang ga ngerti kenapa mereka ada disana. Sempet ada salah satu keluarga pasien gue, yang curhat abis-abisan ke gue tentang keluarganya sampai nangis. Ya Allah… Ga kuat gue deneger kisahnya, jadi malu sama diri gue sendiri yang dikit-dikit ngeluh padahal apa yang gue alami belom ada apa-apanya sama apa yang dialami pasien ataupun keluarga pasien disana. Ini bener-bener pengalaman berharga buat gue.

Part selanjutnya, gue coba lebih membahas tentang ilmu kejiwaannya ya😉

Dia punya caranya sendiri.

Standard

What a super day!
Awalnya sudah berpikiran akan gabut sekali setelah pulang kuliah siang tadi. Tiba-tiba dia menerima ajakan saya di hari sebelumnya dan kami berjanji bertemu setelah saya pullang kuliah. Happy and feel so much in love, selalu itu yang saya rasakan setiap bertemu dengannya.

Dia berjanji menyanyikan lagu2 romantis jaman2nya David Foster dkk kepada saya. Bahkan dia berjanji akan memainkan satu lagu dengan piano ketika saya berkunjung ke rumahnya nanti. Entah apa yang ada di pikirannya waktu dia membuat janji itu, yang jelas saya senang sekali. Tidak biasanya dia bersikap se-romantis itu, biasanya dia lebih terkesan santai, cuek, dan tidak terlalu peduli oleh hal2 yg berbau romantis.

Dia menepati janjinya. Dia menanyikan cukup banyak lagu2 romantis jaman orang tua kami dulu, seperti Heartwave, Chicago, dan lain-lain. Semua lagu cinta. Semua lagu yg mencerminkan “i wanna be with u forever”. Ketika dia menyanyi, I looked him in the eye…entah karena malu atau canggung krn sebelumnya dia belum pernah melakukan ini, atau apa…tp yg jelas, kita jarang bertatapan mata. But I just know it that he really mean it when he sang it.

Mungkin dia bukan tipe laki-laki pada umumnya yang senang dengan lagu2 terbaru dan memainkan gitar untuk kekasihnya. Mungkin dia bukan tipe laki-laki yang bisa setiap saat bersikap romantis (walaupun ya memang kebanyakan perempuan akan sangat senang dengan itu). Tapi, saya tahu.. Dia punya caranya sendiri untuk menunjukkan apa yang ada di hatinya saat itu. Dia punya cara sendiri untuk bisa menyenangkan hati saya yang sebagian besar mungkin berbeda dengan cara laki-laki lain. Dia punya caranya sendiri dalam bersikap romantis. He’s just unique.

Semoga, dia tetap akan selalu membuat senang hati saya🙂

I think I’m starting to lose my mind.

Standard

I’m depressed.
Problems always never get too far from me lately. What kinda problems? Anything, like family, job, relationship with my bf, and the biggest one is a problem with my self.

All of those pressure sometimes make me stronger. Push me to give my best and make me try to stand still to face it. But u know, u just can’t always face all of those problems. Get many, sooo many things to think. There’s a time when u feel sooooo bored, trying to loosen up the tie that bind tightly on ur chest, and when u can’t do it u feel so terrible, don’t know what to do, feeling so empty, even u can’t tell ur closest friends/bf what the hell is going on! ure losing ur grip ur hold on to and finally u feel that ure out of ur mind.

Yeah. I’m in that final phase.

Those problems cause my freaky mind lately. Any small detail I consider it to be a big problem. I think into that small detail too much and finally my brain doesn’t seem to hold on any longer and change it into a tick-tack running bomb that ready to explode anytime. And when it explode, I think I will be in a mental hospital.

Depress emotion, lose ur interest and happiness, and always feel tired–> Depression Main Symptoms. (Diagnosis of Mental Disorder, as it were taught at my med school lately)

Dear Psychiatrist, I need ur help. Maybe some counseling and some of ur anti-depression medicine.